Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 24 Jun 2024 - Hakim Seluruh Bumi
Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 24 Jun 2024 - Hakim Seluruh Bumi
KENDALIKAN UCAPAN KITA Mengapa? Bagaimana?
KENDALIKAN UCAPAN KITA. Mengapa? Bagaimana?
AYAT INTI
1 Samuel 14:24
Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku." Sebab itu tidak ada seorang pun dari rakyat yang memakan sesuatu.
Bacaan hari ini : 1 Samuel 14:24-29. Ini merupakan peristiwa dimana Yonatan dibebaskan dari kutuk.
ILUSTRASI
Dalam keadaan terdesak, Raja Saul menyuruh rakyat Israel mengucapkan kutuk (ay. 24). Kata-kata kutukan itu diucapkan pada saat perang sedang berlangsung membuat rakyat berperang dalam keadaan letih, lesu, dan lapar. Yonatan yang tidak mendengar sumpah itu melanggar kutukan ayahnya dengan memakan madu di hutan. Nyawa Yonatan terancam. Perkataan kutuk yang telah diucapkan itu membuat Tuhan tidak mahu berbicara terhadap umat-Nya (ay. 41). Dan bila rakyat tidak membela Yonatan, fikir mereka mungkin Raja Saul telah membunuh anaknya sendiri (ay. 37-45).
APLIKASI
Dalam kehidupan sehari-hari, kutukan kadang-kadang terucap bila kita tidak mampu mengendalikan kemarahan. Umumnya, perkataan kutukan yang kita ucapkan itu terlontar secara spontan, tidak difikirkan masak-masak, tidak rasional, cenderung emosional, dan selalu bertujuan negatif. Siapa sasaran perkataan negatif kita? Bukankah mereka adalah anak-anak atau orang-orang yang ada di sekitar kita?.
Ingat!, tidak ada hal baik yang terhasil dari perkataan kita yang buruk. Kerna itu dalam situasi yang sukar sekalipun, belajarlah untuk mengendalikan hati dan perkataan kita. Dalam keadaan emosi yang tidak terkendali, kita acap kali mengucapkan perkataan yang negatif. Sumpah, atau kutukan, tidak hanya terdengar menyakitkan namun juga melemahkan semangat orang yang mendengarnya. Mari berdoa seperti Daud: “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!” (Mzm. 141:3).
Itu sebabnya pada pagi ini, mari kita ingatkan diri kita bahawa hidup dan mati dikuasai lidah, siapa yang suka menggemakannya akan memakan buahnya. Amsal 18:21.
DOA
Ya Tuhan, terima kasih kerna memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk mengendalikan kata-kata kami. Amin.
#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat
Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 22 Jun 2024 - Pemimpin Ilahi
Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 22 Jun 2024 - Pemimpin Ilahi
BERLAKULAH ADIL DAN JUJUR
Mengapa? Bagaimana?
CINTAI KEHIDUPAN. Mengapa? Bagaimana?
CINTAI KEHIDUPAN. Mengapa? Bagaimana?
AYAT INTI
Yohanes 5:24 (TB)
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
Bacaan hari ini : Yohanes 5:19-47. Ini merupakan kesaksian Yesus tentang diri-Nya.
ILUSTRASI
Yesus adalah sumber kehidupan. Dia menawarkan kehidupan, bahkan hidup yang berkelimpahan (Yoh. 10:10), kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kehidupan yang ditawarkan oleh Yesus berdimensi kini dan masa yang akan datang. Masa kini berbicara tentang kehidupan selama seseorang masih berada di dalam dunia. Masa yang akan datang berkaitan dengan kehidupan setelah hidup masa kini ini berlalu.
Setiap orang yang mencintai kehidupan pasti tidak akan melepaskan kesempatan untuk datang kepada Yesus Sumber Hidup. Kesempatan berharga ini akan memampukan dirinya mengatasi kesulitan dan tentangan yang singgah dalam hidupnya selama berada di dunia. Dia tidak akan membiarkan perasaan tidak berguna atau cinta akan dunia menggantikan kecintaan akan kehidupan kekal.
APLIKASI
Sebagai pembawa benih kehidupan, setiap orang percaya adalah pencinta kehidupan, kerna Yesus, yang adalah hidup, ada di dalam dirinya. Keberadaan Tuhan Sumber Hidup dalam hidupnya secara automatik menggerakkan daya hidup yang sanggup mengatasi ruang dan waktu.
Itu sebabnya pada pagi ini, mari kita ingatkan diri kita bahawa percaya kepada Yesus menjamin seseorang senantiasa mencintai kehidupan kekal.
DOA
Ya Tuhan, terima kasih kerna memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk tetap percaya Engkau dalam apapun situasi. . Amin.
#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat
Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 21 Jun 2024 - Batu Karang Yang Benar
JADILAH PERIBADI YANG TULUS - Mengapa? Bagaimana?
27 JAN 2022, KHAMIS
JADILAH PERIBADI YANG TULUS
Mengapa? Bagaimana?
AYAT INTI
Mazmur 7:9 (TB)
TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas.
Bacaan hari ini : Mazmur 7:9-12. Ini merupakan nyanyian ratapan Daud kepada Tuhan. Daud sedar, Tuhan adalah hakim yang adil. Bagaimana Tuhan itu adil?
Ilustrasi : Sebuah kisah benar. John menceritakan. Seorang bapa menjemput anaknya yang bermain di rumah John sepulang dari kelas tambahan. Bapa itu cuma memanggil anaknya, lalu membawanya pulang. Datang tidak menyapa dan pergi tidak mengucap terima kasih. Jujur, hati saya merasa kesal, John berkata. Padahal, kami menjaga anaknya dengan sangat baik, memberinya makan dan minum. Namun, setelah merenungkannya lebih dalam, saya sedar bahawa saya menolong dengan memiliki hati yang meminta balasan.
Kembali kepada bacaan kita hari ini. Daud menuliskan Mazmur ini sebagai ungkapan perasaannya ketika diperlakukan tidak adil dan diserang oleh pembencinya. Daripada memakai kemampuannya untuk melawan, dia memilih berseru dan memohon keadilan Tuhan. Meskipun tidak bersalah, Daud tidak bersikap seolah-olah segala perbuatannya benar dan tidak perlu dibetulkan. Sebaliknya, dia begitu terbuka untuk diselidiki oleh Hakim semesta alam, Tuhan Pencipta. Tuhan menyelidiki fikiran dan hati kita; tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya.
Aplikasinya... Apakah kita mempunyai kesedaran seperti Daud?. Kita sepatutnya memiliki kesedaran semacam itu. Segala sesuatu yang kita fikirkan dan lakukan bagaikan buku yang terbuka di hadapan Tuhan. Segala perasaan yang tersembunyi tidak akan terlepas dari pandangan-Nya. Bukan itu sahaja, peristiwa di atas sepatutnya mencelikkan kita, jika selama ini kita kurang terbuka untuk diselidiki oleh Tuhan. Kadang Tuhan memakai sikap buruk orang lain untuk menyedarkan kita, bahawa kita masih perlu belajar erti ketulusan. Jadi, bagaimana? Apakah kita bersedia diselidiki oleh Tuhan?. Mari bersedia.
Itu sebabnya pagi ini, panggilan untuk kita ialah, biarlah ketulusan kita lahir dari hati yang benar-benar, kerna apapun itu, Tuhan maha tahu segala yang tersembunyi.
DOA
Ya Tuhan, terima kasih kerna memberi kami kemampuan dan kekuatan untuk memiliki hati yang tulus. Amin.
Renungan Petang- Yesus Bangkit
Renungan Petang
26 Januari 2022
Yesus Bangkit
Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Markus 16:9
Rujuk : Markus 16:1-8
Perempuan pada masa Yesus hidup merupakan kaum yang dipinggirkan. Status dan kedudukan mereka tidak diambil berat dalam kehidupan masyarakat Timur. Akan tetapi, perempuan dalam perjalanan kehidupan Yesus di dunia memberi peranan yang sangat penting dan berharga.
Detik-detik terakhir Yesus berada di dunia, beberapa perempuan tetap disebut. Ketika Yesus disalib, beberapa perempuan tetap memerhatikan walaupun dari kejauhan (Mrk. 15:40). Ketika Yesus dikuburkan, Maria Magdalena dan Maria Ibu Yesus pergi melihat tempat di mana Yesus dimakamkan (Mrk. 15:47). Perempuan-perempuan itulah yang sejak pagi-pagi bergegas pergi ke kubur Yesus untuk mengurus jenazah-Nya (Mrk. 16:1-2).
Walaupun mereka sedar bahawa mereka tidak mampu menggulingkan batu pintu kubur dan bingung siapa yang akan melakukannya, namun mereka tetap pergi juga (4-5). Kebingungan mereka tidak berlarutan, kerana batu pintu kubur telah digulingkan (5). Yang mengejutkan adalah kehadiran seorang muda di dalam kubur itu (5). Melalui orang muda itu, para perempuan yang kebingungan itu mula mengetahui apa yang telah terjadi: Yesus sudah bangkit! (6).
Melalui firman Tuhan kita, belajar bagaimana memberi respon kebangkitan Yesus. Pertama, jangan takut (6). Kematian dan kebangkitan Yesus bukan hal yang menakutkan. Kematian dan kebangkitannya seharusnya meneguhkan iman dan kepercayaan kita, sebagaimana yang Paulus katakan dalam 1Kor. 15:14. Dia telah bangkit dari kematian sehingga kepercayaan kita tidaklah sia-sia.
Kedua, pergi beritakan (7). Kematian dan kebangkitan Kristus seharusnya bukan berita yang kita simpan untuk diri sendiri. Berita kesaksian itu haruslah dikhabarkan kepada semua orang sehingga ramai orang dapat mengenali dan percaya kepada-Nya. Para perempuan itu, walaupun dalam kegentaran, kedahsyatan, dan ketakutan dalam diri, mereka tetap menyampaikan semua pesanan itu kepada Petrus dan para murid lainnya (8).
Sudahkah kita memberitakan Juruselamat yang bangkit itu kepada orang lain di sekitar kita?
INGAT MAKANAN INGAT KEBAIKAN TUHAN
INGAT MAKANAN INGAT KEBAIKAN TUHAN
MERINDUKAN TUHAN Bagaimana? Mengapa?
MERINDUKAN TUHAN
Bagaimana? Mengapa?
Tuhan Siap Bertindak
Tuhan Siap Bertindak
MELAYANILAH DENGAN HATI