Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 24 Jun 2024 - Hakim Seluruh Bumi

 Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 24 Jun 2024 - Hakim Seluruh Bumi





KENDALIKAN UCAPAN KITA Mengapa? Bagaimana?

 KENDALIKAN UCAPAN KITA. Mengapa? Bagaimana? 


AYAT INTI

1 Samuel 14:24

Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku." Sebab itu tidak ada seorang pun dari rakyat yang memakan sesuatu.


Bacaan hari ini : 1 Samuel 14:24-29. Ini merupakan peristiwa dimana Yonatan dibebaskan dari kutuk.


ILUSTRASI

Dalam keadaan terdesak, Raja Saul menyuruh rakyat Israel mengucapkan kutuk (ay. 24). Kata-kata kutukan itu diucapkan pada saat perang sedang berlangsung membuat rakyat berperang dalam keadaan letih, lesu, dan lapar. Yonatan yang tidak mendengar sumpah itu melanggar kutukan ayahnya dengan memakan madu di hutan. Nyawa Yonatan terancam. Perkataan kutuk yang telah diucapkan itu membuat Tuhan tidak mahu berbicara terhadap umat-Nya (ay. 41). Dan bila rakyat tidak membela Yonatan, fikir mereka mungkin Raja Saul telah membunuh anaknya sendiri (ay. 37-45). 


APLIKASI

Dalam kehidupan sehari-hari, kutukan kadang-kadang terucap bila kita tidak mampu mengendalikan kemarahan. Umumnya, perkataan kutukan yang kita ucapkan itu terlontar secara spontan, tidak difikirkan masak-masak, tidak rasional, cenderung emosional, dan selalu bertujuan negatif. Siapa sasaran perkataan negatif kita? Bukankah mereka adalah anak-anak atau orang-orang yang ada di sekitar kita?. 


Ingat!, tidak ada hal baik yang terhasil dari perkataan kita yang buruk. Kerna itu dalam situasi yang sukar sekalipun, belajarlah untuk mengendalikan hati dan perkataan kita. Dalam keadaan emosi yang tidak terkendali, kita acap kali mengucapkan perkataan yang negatif. Sumpah, atau kutukan, tidak hanya terdengar menyakitkan namun juga melemahkan semangat orang yang mendengarnya. Mari berdoa seperti Daud: “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!” (Mzm. 141:3).


Itu sebabnya pada pagi ini, mari kita ingatkan diri kita bahawa hidup dan mati dikuasai lidah, siapa yang suka menggemakannya akan memakan buahnya. Amsal 18:21.


DOA

Ya Tuhan, terima kasih kerna  memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk mengendalikan kata-kata kami. Amin.


#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat

Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 22 Jun 2024 - Pemimpin Ilahi

 Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 22 Jun 2024 - Pemimpin Ilahi


BERLAKULAH ADIL DAN JUJUR


Mengapa? Bagaimana? 


AYAT INTI
Kolose 4:1
Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di surga.

Bacaan hari ini : Kolose 4:1-6. Ini merupakan salah satu bahagian terakhir nasihat Paulus kepada tuan yang ada di Kolose. Apa nasihatnya?. 

ILUSTRASI
Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Rasul Paulus mengingatkan setiap tuan yang mempunyai hamba agar berlaku adil dan jujur (ayat 1). Berlaku adil bererti memberikan para pekerja apa yang menjadi hak mereka. Tidak memberi beban kerja lebih dari apa yang sepatutnya dikerjakan. Jujur boleh diungkapkan dengan tidak mengeksploitasi atau memanfaatkan posisi para pekerja yang lebih lemah untuk kepentingan dan keuntungan peribadi atau organisasi.

APLIKASI
Kita harus ingat bahawa hikmat dan kasih perlu dinyatakan di semua tempat, termasuk dalam keluarga dan lingkungan kerja. Jangan sampai kita dikenali sebagai dermawan di gereja, tetapi memperlakukan pekerja yang bekerja dalam keluarga kita dengan kasar atau tidak memperhatikan kebajikan para pekerja kita. Ingatlah, kita juga adalah hamba yang suatu saat kelak harus memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan. Di mata Tuhan, kita dan para pekerja kita sama rata dan sama berharga bagi Tuhan.

Itu sebabnya pada pagi ini, mari kita ingatkan diri kita bahawa saling menghormati atara Tuhan dan hamba adalah satu bahagian dari ibadah kita kepada Tuhan.

DOA
Ya Tuhan, terima kasih kerna  memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk saling mempraktikan mengasihi dalam keadilan dan kejujuran kepada sesama. Amin.

#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat

CINTAI KEHIDUPAN. Mengapa? Bagaimana?

 CINTAI KEHIDUPAN. Mengapa? Bagaimana? 


AYAT INTI

Yohanes 5:24 (TB) 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.


Bacaan hari ini : Yohanes 5:19-47. Ini merupakan kesaksian Yesus tentang diri-Nya.


ILUSTRASI

Yesus adalah sumber kehidupan. Dia menawarkan kehidupan, bahkan hidup yang berkelimpahan (Yoh. 10:10), kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kehidupan yang ditawarkan oleh Yesus berdimensi kini dan masa yang akan datang. Masa kini berbicara tentang kehidupan selama seseorang masih berada di dalam dunia. Masa yang akan datang berkaitan dengan kehidupan setelah hidup masa kini ini berlalu. 


Setiap orang yang mencintai kehidupan pasti tidak akan melepaskan kesempatan untuk datang kepada Yesus Sumber Hidup. Kesempatan berharga ini akan memampukan dirinya mengatasi kesulitan dan tentangan yang singgah dalam hidupnya selama berada di dunia. Dia tidak akan membiarkan perasaan tidak berguna atau cinta akan dunia menggantikan kecintaan akan kehidupan kekal.


APLIKASI

Sebagai pembawa benih kehidupan, setiap orang percaya adalah pencinta kehidupan, kerna Yesus, yang adalah hidup, ada di dalam dirinya. Keberadaan Tuhan Sumber Hidup dalam hidupnya secara automatik menggerakkan daya hidup yang sanggup mengatasi ruang dan waktu.


Itu sebabnya pada pagi ini, mari kita ingatkan diri kita bahawa percaya kepada Yesus menjamin seseorang senantiasa mencintai kehidupan kekal.


DOA

Ya Tuhan, terima kasih kerna  memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk tetap percaya Engkau dalam apapun situasi. . Amin.


#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat



JADILAH PERIBADI YANG TULUS - Mengapa? Bagaimana?

 27 JAN 2022, KHAMIS


JADILAH PERIBADI YANG TULUS


Mengapa? Bagaimana?


AYAT INTI

Mazmur 7:9 (TB)

TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas.


Bacaan hari ini : Mazmur 7:9-12. Ini merupakan nyanyian ratapan Daud kepada Tuhan. Daud sedar, Tuhan adalah hakim yang adil. Bagaimana Tuhan itu adil?


Ilustrasi : Sebuah kisah benar. John menceritakan. Seorang bapa menjemput anaknya yang bermain di rumah John sepulang dari kelas tambahan. Bapa itu cuma memanggil anaknya, lalu membawanya pulang. Datang tidak menyapa dan pergi tidak mengucap terima kasih. Jujur, hati saya merasa kesal, John berkata. Padahal, kami menjaga anaknya dengan sangat baik, memberinya makan dan minum. Namun, setelah merenungkannya lebih dalam, saya sedar bahawa saya menolong dengan memiliki hati yang meminta balasan.


Kembali kepada bacaan kita hari ini. Daud menuliskan Mazmur ini sebagai ungkapan perasaannya ketika diperlakukan tidak adil dan diserang oleh pembencinya. Daripada memakai kemampuannya untuk melawan, dia memilih berseru dan memohon keadilan Tuhan. Meskipun tidak bersalah, Daud tidak bersikap seolah-olah segala perbuatannya benar dan tidak perlu dibetulkan. Sebaliknya, dia begitu terbuka untuk diselidiki oleh Hakim semesta alam, Tuhan Pencipta. Tuhan menyelidiki fikiran dan hati kita; tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya.


Aplikasinya... Apakah kita mempunyai kesedaran seperti Daud?. Kita sepatutnya memiliki kesedaran semacam itu. Segala sesuatu yang kita fikirkan dan lakukan bagaikan buku yang terbuka di hadapan Tuhan. Segala perasaan yang tersembunyi tidak akan terlepas dari pandangan-Nya. Bukan itu sahaja, peristiwa di atas sepatutnya mencelikkan kita, jika selama ini kita kurang terbuka untuk diselidiki oleh Tuhan. Kadang Tuhan memakai sikap buruk orang lain untuk menyedarkan kita, bahawa kita masih perlu belajar erti ketulusan. Jadi, bagaimana? Apakah kita bersedia diselidiki oleh Tuhan?. Mari bersedia.


Itu sebabnya pagi ini, panggilan untuk kita ialah, biarlah ketulusan kita lahir dari hati yang benar-benar, kerna apapun itu, Tuhan maha tahu segala yang tersembunyi.


DOA 

Ya Tuhan, terima kasih kerna memberi kami kemampuan dan kekuatan untuk memiliki hati yang tulus. Amin.


Renungan Petang- Yesus Bangkit

 Renungan Petang

26 Januari 2022


Yesus Bangkit


Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Markus 16:9


Rujuk : Markus 16:1-8


Perempuan pada masa Yesus hidup merupakan kaum yang dipinggirkan. Status dan kedudukan mereka tidak diambil berat dalam kehidupan masyarakat Timur. Akan tetapi, perempuan dalam perjalanan kehidupan Yesus di dunia memberi peranan yang sangat penting dan berharga.


Detik-detik terakhir Yesus berada di dunia, beberapa perempuan tetap disebut. Ketika Yesus disalib, beberapa perempuan tetap memerhatikan walaupun dari kejauhan (Mrk. 15:40). Ketika Yesus dikuburkan, Maria Magdalena dan Maria Ibu Yesus pergi melihat tempat di mana Yesus dimakamkan (Mrk. 15:47). Perempuan-perempuan itulah yang sejak pagi-pagi bergegas pergi ke kubur Yesus untuk mengurus jenazah-Nya (Mrk. 16:1-2). 


Walaupun mereka sedar bahawa mereka tidak mampu menggulingkan batu pintu kubur dan bingung siapa yang akan melakukannya, namun mereka tetap pergi juga (4-5). Kebingungan mereka tidak berlarutan, kerana batu pintu kubur telah digulingkan (5). Yang mengejutkan adalah kehadiran seorang muda di dalam kubur itu (5). Melalui orang muda itu, para perempuan yang kebingungan itu mula mengetahui apa yang telah terjadi: Yesus sudah bangkit! (6).


Melalui firman Tuhan kita, belajar bagaimana memberi respon kebangkitan Yesus. Pertama, jangan takut (6). Kematian dan kebangkitan Yesus bukan hal yang menakutkan. Kematian dan kebangkitannya seharusnya meneguhkan iman dan kepercayaan kita, sebagaimana yang Paulus katakan dalam 1Kor. 15:14. Dia telah bangkit dari kematian sehingga kepercayaan kita tidaklah sia-sia. 


Kedua, pergi beritakan (7). Kematian dan kebangkitan Kristus seharusnya bukan berita yang kita simpan untuk diri sendiri. Berita kesaksian itu haruslah dikhabarkan kepada semua orang sehingga ramai orang dapat mengenali dan percaya kepada-Nya. Para perempuan itu, walaupun dalam kegentaran, kedahsyatan, dan ketakutan dalam diri, mereka tetap menyampaikan semua pesanan itu kepada Petrus dan para murid lainnya (8).


Sudahkah kita memberitakan Juruselamat yang bangkit itu kepada orang lain di sekitar kita?

INGAT MAKANAN INGAT KEBAIKAN TUHAN

 INGAT MAKANAN INGAT KEBAIKAN TUHAN

Mengapa?

AYAT INTI
Kejadian 1:29 (TB)
... “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

Bacaan hari ini : Kejadian 1. Ini merupakan kisah penciptaan dunia ini oleh Tuhan termasuklah makanan.

Ilustrasi : National Resources Defense Counsel, badan pertahanan kebangsaan AS, pada ogos 2012 mengeluarkan laporan mengejutkan. Menurut kajian mereka, warga AS membuang 40% makanan mereka. Nilainya setara dengan 165 Juta dolar per tahun, atau lebih dari 10 kg per orang per bulan. 

Sedarkah kita bahawa makanan adalah salah satu pemberian pertama dari Allah yang tercatat dalam Alkitab? Kejadian 1 memaparkan, Allah menciptakan alam dengan firman-Nya. Puncaknya, Allah menciptakan manusia dan memberkati mereka. Barulah pada ayat 29, untuk pertama kali muncul kata “memberikan”. Pemberian ini tidak lain mengacu pada makanan untuk dimakan oleh manusia. Dan firman-Nya menegaskan, pemberian-Nya itu sesuatu yang baik bagi kesejahteraan ciptaan-Nya.

Aplikasinya... Bagaimana dengan kita? Ingatlah!, Pada saat kita  menjumpai hidangan makanan di meja makan, kita sebenarnya sedang menyambut pemberian yang baik dari Tuhan. Adakah kita sungguh-sungguh mengucap syukur atas makanan itu? Apakah kita memilih makanan secara bijak? Apakah kita makan dengan pola makan yang sihat, tidak berlebihan, dan tidak membuangnya secara semborono?. Mari bersyukur dan berterima kasih atas pemberian Tuhan.

Itu sebabnya pagi ini, panggilan untuk kita ialah, mari kita ingatkan diri kita bahawa pada saat kita menikmati makanan, kita juga menikmati kebaikan pemeliharaan Tuhan.

DOA 
Ya Tuhan, terima kasih kerna memberi kami kemampuan dan kekuatan untuk terus bersyukur dengan makanan yang kita terima dari Tuhan. Amin.

MERINDUKAN TUHAN Bagaimana? Mengapa?

 MERINDUKAN TUHAN
Bagaimana? Mengapa?

AYAT INTI
Mazmur 42:2 (TB)
Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

Bacaan hari ini: Mazmur 42:1-12. Sebuah pujian dan kerinduan penyani Lewi dari  Bani Korah agar Tuhan mendengarkan keluhan dia.

Ilustrasi: Sewaktu bersekolah di sekolah menengah, saya pulang ke rumah Ibubapa hanya sekali dalam 1 bulan. Walaupun ramai kawan di sekolah dan kerja sekolah yang banyak, ia  tidak menyurutkan kerinduan untuk berjumpa dengan keluarga. Satu bulan tidak bertemu terasa begitu lama. Seindah dan selengkap apapun kemudahan di luar sana, tempat terindah bagi saya tetap di tengah keluarga.

Apa kata firman Tuhan tetang kerinduan ini?. Pemazmur juga mengalami kerinduan yang kuat. Penyanyi Lewi dari bani Korah yang berada di pembuangan ini merasa terasing secara rohani. Dia merindukan Tuhan yang seakan-akan tidak menjawab seruannya. Dia merasa terasing secara fizikal kerna tidak lagi dapat memimpin umat dengan nyanyian syukur di rumah Tuhan. Dia terasing secara sosial karena musuh yang terus mengolok-olok, “Di mana Allahmu?”.

Pemazmur merasa tertekan dan gelisah. Dia mengenang masa lalunya yang penuh dengan sukacita semasa memimpin umat masuk ke rumah Tuhan, mengingat kasih setia Tuhan, dan juga ketekunannya dalam berdoa. Kenangan itu membuatnya ingat akan kesetiaan dan kenikmatan dari Tuhan. Untuk itu dia terus menyemangati diri untuk berharap kepada Tuhan dan memohon pertolongan-Nya.

Aplikasinya.... Bagaimana dengan kita? Adakah getaran rindu akan Tuhan kita rasakan? Apakah kebaikan dan kesetiaan Tuhan di masa lalu menjadikan kita senantiasa berharap kepada-Nya? Adakah kebaikan Tuhan menyemangati kita untuk semakin merindukan-Nya dan menyedari bahawa tanpa Dia kita tidak dapat bertahan hidup? Mari datang dekat kepada Tuhan lebih dari sekadar memohon kebebasan dari segala pergumulan!.

Itu sebabnya pagi ini, mari kita ingatkan diri kita, kerinduan kita kepada Tuhan itu menunjukkan iman kita kepada-Nya.

DOA 
Ya Tuhan, terima kasih kerna memberi kami kemampuan dan kekuatan untuk tetap setia merindui Engkau dalam apapun situasi kami. Amin.

Tuhan Siap Bertindak

 Tuhan Siap Bertindak

"Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.." Mazmur 37:5

Bilangan 10

Tiada allah lain yang ajaib seperti Allah Israel. Dia sentiasa siap bertindak menyelamatkan umat-Nya dan memberikan kemenangan dengan mengalahkan musuh-musuhnya. Dengan memberi ketetapan dan peraturan melalui Musa, sesungguhnya Allah ingin menunjukkan bahawa Dia sendiri yang memimpin perjalanan umat-Nya. Mereka tidak berjalan menurut keinginan dan kekuatan sendiri tetapi menurut kehendak-Nya dan di dalam kuasa-Nya. 

Umat harus memperhatikan dan mentaati ketetapan-Nya, maka Tuhan akan bertindak menyelamatkan umat-Nya. Nafiri adalah tanda semboyan yang harus ditiup, supaya mereka diingati di hadapan Tuhan. Maksudnya Tuhan akan bertindak bagi keselamatan mereka (ayat 9).

Musa tetap mengakui bahawa Tuhan sebagai Pemimpin Israel, tetapi dia juga meminta Hobab sebagai penunjuk jalan. Peranan Tuhan dan manusia berjalan seiring tanpa mengubah otoritas-Nya. Tabut perjanjian Tuhan sebagai lambang kehadiran dan penyertaan-Nya tetap berjalan di depan umat-Nya. 

Dalam kehidupan orang percaya, pimpinan Tuhan tetap memiliki otoritas utama. Bila ada nasihat ibubapa, saudara, rakan atau orang yang lebih berpengalaman, perlu ditinjau apakah bertentangan dengan kehendak Tuhan. Jika baik dan selaras dengan firman Tuhan, dapat disemak dan diikuti.

MELAYANILAH DENGAN HATI

 


MELAYANILAH DENGAN HATI

Kenapa dengan hati?

AYAT INTI
1 Tawarikh 11:18 (TB)
Lalu ketiga orang itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud.

Bacaan hari ini : 1 Tawarikh 11:10-25. Ini merupakan kisah pahlawan-pahlawan raja Daud.

Ilustrasi : Kejayaan seorang pemimpin bukan hanya bergantung pada peribadinya. Dia memerlukan sokongan atau bantuan dari orang lain, seperti anak buah, keluarga, atau malah orang di luar organisasinya. Begitu juga dalam kehidupan bergereja. Adakah hamba Tuhan yang berjaya dalam pelayanan tanpa sokongan orang lain?. Tidak ada.

Kembali kepada firman hari ini. Perenggan ini memperlihatkan ramai orang yang berperanan di balik kejayaan Raja Daud sebagai raja. Sebuah kisah yang mengharukan dicatat di sini. Tiga ketua pasukan askar Daud dengan berani menerobos perkemahan pasukan musuh untuk mengambil air minum untuk Raja Daud dari perigi di Betlehem. Betlehem, sebagai kota kelahiran Daud, pasti menimbulkan nostalgia baginya. Raja Daud merespon dengan menunjukkan kepedulian kepada anak buahnya. 

Dia memilih tidak meminum air pemberian itu, tetapi mempersembahkannya kepada Tuhan. Tanggapan itu mengungkapkan penghargaannya yang besar kepada ketiga anak buahnya tersebut. Tindakan yang mereka lakukan adalah atas dasar kasih, kerna mereka mengasihi Daud, kini digunakan Daud untuk menyatakan kasihnya kepada Tuhan. Baik Daud mahupun penyokongnya melayani dengan hati yang mengasihi Tuhan sehingga mereka juga mengasihi satu sama lain.

Aplikasinya....Bagaimana dengan kita?. Apa dasar kita melayani?. Kiranya pelayanan kita juga memiliki motivasi serupa. Kita melayani satu sama lain atas dasar kasih Tuhan yang sudah dinyatakan dalam hidup kita dan kita mengasihi Tuhan dengan sukacita. Kiranya orang yang menjadi bawahan kita memberi sokongan kepada pemimpinnya dengan sungguh-sungguh dan orang yang memimpin juga mengambil peduli anak buahnya dengan tulus.

Itu sebabnya, pagi ini marilah kita ingatkan diri kita bahawa, sokongan yang paling kuat adalah sokongan yang lahir dari hati yang mengasihi.

DOA 
Ya Tuhan, terima kasih kerna memberi kami kemampuan dan kekuatan untuk mendasarkan sokongan kami kepada orang lain atas dasar kasih. Amin

PERLIHATKAN KEINDAHAN TABIAT KRISTUS

 PERLIHATKAN KEINDAHAN TABIAT KRISTUS

Bagaimana? Mengapa?

AYAT INTI
Yakobus 1:3 (TB)
Sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Bacaan hari ini : Yakobus 1:1-8. Ini merupakan salah satu nasihat Yakobus kepada 12 suku yang tersebar di seluruh dunia untuk tetap bertahan dengan cubaan dan godaan. Mengapa? Bagaimana?

Ilustrasi : Di Indonesia ada satu batu yang dikatakan popular yang disebut batu akik. Ada berbagai macam jenis dan ragam warna. Batu akik boleh kelihatan kilat dan memunculkan warna indah setelah melewati proses pemotongan dan penghalusan oleh pakar batu. Dari pada mulanya hanya berupa bongkahan batu menjadi benda istimewa dan berharga.

Kehidupan kita kadang kala, bahkan sering kali mengalami ujian, baik secara peribadi, di tengah keluarga, maupun di tengah pekerjaan. Kepada orang kristian, Yakobus berkata bahawa siapa pun akan mengalami ujian iman. Ada yang “gugur” di tengah jalan, tetapi ada juga yang berhasil melaluinya dan menghasilkan ketekunan (ay. 3). Alkitab versi The Message mencatat ayat ini secara menarik: “Ujian akan mengasah kita hingga kita dapat menampakkan warna kita yang sebenarnya—yang sejati (shows its true colors).” Sungguh luar biasa, bukan? Untuk diri sendiri, bahkan bagi orang lain di sekeliling kita.

Aplikasinya...  Secara keseluruhan firman Tuhan ini menyatakan iman orang Kristian iaitu, bahawa melalui ujian, kesulitan, dan cabaran hidup, kita sedang diasah sehingga kita dapat mewarnai dunia, menampakkan warna-warna sejati nan indah. Warna-warna yang membuat orang tertarik kepada hidup dan Tuhan yang kita sembah. Keindahan warna seperti apa yang ingin kita tampakkan dari setiap ujian iman yang sudah dan sedang kita hadapi, yang akan membuat orang lain melihat bagaimana Kristus berkarya, mengasah kita?. Perlihatkanlah warna karakter atau tabiat Kristus yang indah kepada orang lain.

Itu sebabnya hari ini, mari kita ingatkan diri kita untuk terus memperlihatkan warna-warna yang indah, iaitu karakter Yesus dari setiap ujian iman yang kita lalui dalam hidup.

DOA 
Ya Tuhan, terima kasih kerna memberi kami kemampuan dan kekuatan untuk boleh memancarkan karakter Kristus yang indah kepada orang lain. Amin.

Tetap Setia Mengikut Dia

 Tetap Setia Mengikut Dia

"...langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang." Mazmur 17:5

Rujuk : Markus 14:26-31

Jalan menuju ke salib kini semakin dekat. Yesus mulai mempersiapkan hati para murid untuk menghadapi peristiwa penyaliban-Nya. Setelah perjamuan malam Paskah, Yesus dan para murid pergi ke bukit Zaitun (26). Dalam suasana itu, Yesus memaklumkan suatu hal yang mengejutkan para murid, iaitu iman mereka akan teruji (27). Dalam hal ini, Yesus merujuk pada nubuatan nabi Zakharia tentang domba-domba yang akan tercerai-berai ketika gembalanya dipukul (Zak. 13:7).

Memberi respon perkataan Yesus, Petrus dengan penuh percaya diri menegaskan bahawa imannya tidak akan tergoncang  (29). Dia cuba membuktikan kenyataannya dengan mengatakan betapa dia rela mati demi Yesus dan tidak akan menyangkal Dia (31). Sekalipun Yesus telah mengatakan tentang kemungkinan penyangkalannya, Petrus sangat yakin akan diri dan komitmennya kepada Tuhan (30). 
Fakta berikutnya membuktikan bagaimana komitmen Petrus tidak sekuat mana yang dia bayangkan. Tidak lama selepas dari peristiwa ini, Petrus benar menyangkal Tuhan, seperti yang telah Yesus katakan sebelumnya (Mrk. 14:66-72).

Bagi kita yang ditugaskan sebagai pemimpin, pengalaman Petrus boleh menjadi sebuah pelajaran berharga. Sehebat apa pun kepemimpinan yang kita lakukan, jangan sombong dan menganggap mudah tugas kita, terutama kita yang melayani sebagai pemimpin rohani. Kerana itu, baik pemimpin atau bukan, kita perlukan Tuhan untuk tetap setia dalam iman kepadaNya.

Tuhan akan menjaga langkah hidup dan iman kita apabila kita ingin setia mengikuti-Nya sampai akhir hayat.