Showing posts with label AYAT RENUNGAN. Show all posts
Showing posts with label AYAT RENUNGAN. Show all posts

RENUNGAN MALAM SEIMAN - JAMAHAN TUHAN

 RENUNGAN MALAM SEIMAN #2372 

Sabtu, 29 Juni 2024

 

JAMAHAN TUHAN 


"Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"

Kejadian 32:30


🌱Setelah Yakub merasa aman dalam menyelamatkan dirinya sendiri, ia pergi sendirian ke Sungai Yabok. Ia telah berusaha dengan amat sangat untuk menyelamatkan dirinya sendiri, namun belum berhasil. Mungkin ia merasa tidak cukup berdoa kepada Tuhan. Ia dipenuhi dengan perasaan ketakutan.  Ia merasa ada tangan yang memegang bahunya. Ia pikir itu adalah tangan musuh. Sebab itu ia bergumul sepanjang malam, dan mendapatkan itu adalah Tuhan yang telah datang dekat untuk memberikan berkat kepadanya. 


Ini merupakan suatu pelajaran untuk seluruh kehidupannya. Selama 20 tahun, kapan saja Tuhan meletakkan tanganNya di bahunya, ia terus coba untuk bergulat dengan Tuhan. Ia pikir bahwa itu adalah musuhnya.  Tuhan mau mengontrol hidupnya, namun Yakub tidak mengijinkan itu terjadi. Ia mau  untuk mengontrol dirinya sendiri. Tetapi akhirnya fajar menyingsing, maka Yakub, sebagai gantinya terus bergumul, ia mengambil keputusan untuk bersandar kepadaNya. 


Kekuatan kita yang terbesar ialah bila kita menyadari bahwa kita merasa dan mengakui akan kelemahan kita. Kristus menghubungi manusia yang jatuh dalam kelemahan dan ketidak sanggupan mereka, dengan suatu sumber kuasa yang pasti. Apakah yang menjadi pemikiran Yakub malam itu? Ia telah melakukan perkara yang Tuhan tidak harapkan atau memintanya untuk buat. Untuk 20 tahun, Yakub telah coba untuk hidup memenuhi apa yang ia janjikan di Betel. Kemudian ia dapatkan bahwa ia perlu untuk menerima janji yang Tuhan telah berikan kepadanya. Ia mendapatkan bahwa usaha yang Tuhan tuntut bukanlah bergelut untuk mengubah hidup seseorang; namun bergumul dalam memelihara koneksi dengan Surga, bersama Tuhan. 


Ada satu perkara yang yang kita perlu buat dalam keselamatan kita, yaitu kita harus datang kepada Yesus.  Dia telah berjanji yang tertullis dalam Yohanes 6:37, “…barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” 


Adalah dengan penyerahan diri dan imannya kepada Tuhan, maka Yakub mendapatkan kemenangan. Ini yang ia gagal memperolehnya dengan kekuatannya sendiri. Adalah dengan penyerahan diri dan penuh kepercayaan kepada Tuhan, maka kita juga akan mendapatkan kemenangan dalam kehidupan kita. Bila Tuhan meletakan tanganNya di bahu kita, bukankah indah sekali bila kita mengenalNya sebagai sahabat gantinya sebagai musuh? Semoga kita mau  bersandar kepada tangan kasih karuniaNya sekarang ini sampai selama-lamanya. 


Penulis:

Kathleen-Jonathan Kuntaraf

Video:

Peggy Iskandar Wowor

BICARAKAN ITU BERULANG-ULANG Apa itu?

 BICARAKAN ITU BERULANG-ULANG
Apa itu? 


AYAT INTI

Ulangan 6:7

“Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”


Bacaan hari ini : Ulangan 6:1-9. Ini merupakan pesanan Musa kepada bangsa Israel tentang perintah yang utama iaitu kasih. 


ILUSTRASI

Colin M. MacLeod, profesor dan ketua Jabatan Psikologi di Universiti Waterloo, mengatakan bahawa berbicara berulang-ulang akan secara automatik akan menambahkan ukuran aktif atau elemen produksi ke atas sebuah kata. Kata itu akan menjadi lebih berbeza dalam ingatan jangka panjang dan lebih berkesan. Berbicara berulang-ulang disarankan agar dibudayakan oleh keluarga atau lembaga pendidikan pada saat mereka belajar suatu topik yang penting. 


Tuhan memerintahkan keluarga Israel melalui Musa untuk terus mengajarkan kasih Tuhan secara turun-temurun. Pada saat mereka hidup dalam takut akan Tuhan, mereka akan baik keadaannya, beroleh panjang umur, dan hidup berlimpah susu dan madu (ay. 2-3). Itulah janji Tuhan kepada Israel. Bukan hanya disimpan sebagai makanan peribadi, tetapi mereka harus mengajarkannya berulang-ulang pada kepada generasi di bawah mereka, dan terus-menerus mengajarkannya di mana pun mereka berada dan beraktiviti (ay. 6-7). Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan mengajarkannya berulang-ulang ini dikenal sebagai Shema Israel.


APLIKASI

Apa yang kita bicarakan selama ini pada saat berada di tengah-tengah keluarga? Apakah pusat pembicaraan kita adalah kasih Tuhan? Jika belum, mari kita mulai dengan membiasakan diri membicarakan kasih kita kepada Tuhan. Biarlah pengalaman mengasihi Tuhan menjadi dasar dalam keluarga kita sampai maranatha.


Itu sebanya pada pagi ini mari kita ingatkan diri kita bahawa, mengasihi Tuhan bukalah prinsip semata-mata tetap harus diterapkan dan menjadi budaya kita setiap saat.


DOA

Ya Tuhan, terima kasih kerna  memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk mempraktikan kasih Tuhan dalam hidup kami. Amin.


#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat

Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - Penggagas

 

"BAPA" Apa makna panggilan bapa itu bagi anda?

 "BAPA"
Apa makna panggilan bapa itu bagi anda? 


AYAT INTI

Roma 8:15

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru, “Ya Abba, ya Bapa!”


Bacaan hari ini : Roma 8:10-16. Ini merupakan salah satu kandungan surat Paukus kepada jemaat di Roma agar hidup menurut kehendak Tuhan.


ILUSTRASI

Masih ingatkah anda pada saat bayi anda belajar mengucapkan sebuah kata? Pada saat bayi kami berusia sekitar satu tahun, ia mulai menirukan suara yang didengarnya. Beberapa waktu kemudian, dia mulai mengucapkan satu dua kata. Saya ingat kata pertama yang disebutnya adalah “mama, papa”. Sungguh berbahagianya hati ini pada saat mendengar suaranya memanggil disertai dengan tawa sukacita. 


Fasa yang dilalui oleh bayi itu, menurut saya adalah sebuah masa yang mewujudkan sebuah kualiti dan keistimewaan yang tidak akan muncul kembali apabila masa itu berlalu. Pada saat saya memikirkan sikap ibubapa kepada seorang anak yang sedang belajar memanggil “papa”, saya belajar menghargai sebuah kenyataan bahwa Tuhan suka memilih kata “anak-anak” untuk menggambarkan hubungan kita dengan-Nya. Rasul Paulus menyatakan bahawa kita adalah anak-anak Tuhan dengan punya segala keistimewaan yang kita terima sebagai ahli waris kerajaan-Nya. Bahkan sebagai anak, kita memiliki hak untuk memanggil Dia, “Ya, Abba, ya Bapa!” Sebuah hubungan dekat yang sungguh istimewa. 


APLIKASI

Sebagai Bapa, Dia juga memperhatikan kehidupan kita yang sering kali dipenuhi dengan ketakutan pada saat menjalani kehidupan ini. Tatkala kita merasa diri dalam bahaya atau merasa diri tidak tenang, kita sebagai bayi dengan spontan boleh memanggil “papa, mama”. Panggilan itu cukup bagi dia untuk merasa yakin bahawa papanya akan segera memeluk, menopang, dan menyelamatkannya. Demikianlah pada saat kita memanggil-Nya, “Ya Abba, ya Bapa!” Kita juga yakin bahawa hidup kita menerima jaminan ketenangan dari-Nya.


Itu sebabnya pada pagi ini, mari kita ingatkan diri kita bahawa pada saat kita memanggil Tuhan Bapa di tengah cabaran hidup, kita percaya bahawa Dia sedang memegang dan menggendong kita.


DOA

Ya Tuhan, terima kasih kerna  memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk memanggil Engkau Bapa  kami. Amin.


#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat

MENJADI TELADAN Dalam aspek apa?

 MENJADI TELADAN 


Dalam aspek apa? 


AYAT INTI

Ayub 1:5 (TB)  

Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.


Bacaan hari ini : Ayub 1:1-5. Ini merupakan peristiwa dimana Ayub dicobai.


ILUSTRASI

Salah satu harapan manusia ialah supaya dapat mencapai kesempurnaan hidup. Ukuran yang umum yang dunia gunakan ialah, kaya raya, baik hati, dan memiliki anak laki-laki dan perempuan. Anggapan umum juga beranggapan bahawa anak orang kaya biasanya dimanjakan dengan harta dan kemudahan dari ibubapanya. Tetapi, pada masa yang sama anak itu kurang perhatian dan kurang masa bersama dengan ayahnya, sehingga membuat mereka nakal. Apakah anggapan ini benar?. 


Dengan melihat kehidupan Ayub, boleh dikatakan bahawa Ayub telah mencapai kesempurnaan hidup menurut ukuran umum. Malah dia bukan sekadar baik hati, dia juga jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Ayub adalah orang terkaya di wilayah timur. Ayub memiliki tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan, yang hidup dengan rukun. Sebagai orang kaya, Ayub pastilah sibuk, tetapi dia tidak melupakan tugasnya sebagai seorang bapa. Dia sangat memperhatikan kehidupan anak-anaknya. Maka pada saat mereka selesai mengadakan pesta, Ayub bertindak sebagai seorang imam yang memohon pengampunan Tuhan atas dosa-dosa yang mungkin saja mereka lakukan pada saat berpesta.


APLIKASI

Ayub adalah teladan yang sangat baik bagi kita sebagai ibubapa, terutama yang memiliki anak yang beranjak dewasa dan melangkah ke dunia luar. Dalam usia seperti itu, anak tidak lagi dinasihati seperti pada saat mereka masih kecil. Sekarang, mereka sudah memiliki keinginan dan pertimbangan sendiri. Maka yang dapat dilakukan oleh ibubapa ialah dengan membawa mereka di dalam doa kepada Tuhan. Mereka mungkin saja berada di luar jangkauan kita, tetapi dengan teladan dan doa kita dapat memercayakan mereka ke tangan Tuhan yang kuat.


Itu sebabnya pada pagi ini mari kita ingatkan diri kita untuk menjadi teladan yang baik dalam hidup.


DOA

Ya Tuhan, terima kasih kerna  memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk menjadi teladan yang baik Amin.


#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat

Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 16 Jun 2024 - Korban Yang Sekarat

 

Renungan Pagi I 15 Juni 2024 I Pdt. Adrison Ginting

 

KEBENARAN YANG MENYELAMATKAN Kebenaran yang bagaimana?

 KEBENARAN YANG MENYELAMATKAN


Kebenaran yang bagaimana? 


AYAT INTI

Yohanes 8:31b-32

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”


Bacaan hari ini : Yohanes 8:30-36. Ini merupakan ajaran Yesus tentang kemerdekaan melalui firman Tuhan.


ILUSTRASI

Dalam konteks pengetahuan manusia, ada banyak hal yang dianggap benar. Kadang kita bingung dalam menentukan pilihan yang akan kita ikuti atau percayai. Kadang, dua hal yang seiring sama-sama dianggap benar padahal tidak. Tidak hairan jika ada orang berpendapat bahawa kebenaran adalah sesuatu yang tidak mutlak. Bersifat relatif, sementara (tentatif) dan subjektif. 


Kepada orang Yahudi yang telah percaya kepada-Nya, Yesus mengatakan bahawa mereka akan mengetahui kebenaran jika mereka benar-benar menjadi murid-Nya. Hal itu akan terjadi jika mereka tetap hidup dengan mengikuti ajaran-Nya. Menariknya, kebenaran di dalam Yesus adalah kebenaran yang memerdekakan. Inilah keistimewaan kebenaran Kristus dibandingkan dengan kebenaran dunia.


APLIKASI

Ertinya, hanya kebenaran Yesus Kristus yang ada dalam firman Tuhan yang boleh memerdekakan atau membebaskan kita dari dosa, penghancuran dan kekuasaan Iblis. Kebenaran yang menyelamatkan hanya dinyatakan oleh Tuhan melalui Roh-Nya, bukan dari hikmat manusia. Namun, tidak dapat dinafikan ini bukan jaminan kita akan aman dan bebas dari penindasan, himpitan, tekanan, ancaman, hambatan atau pergumulan secara fizikal! Semua itu bukan ciri-ciri kemerdekaan di dalam Kristus! Ada kemungkinan kita tetap mengalaminya. Namun berbekalkan kemerdekaan Kristus yang berupa keselamatan jiwa, kita dapat menjalin hubungan secara peribadi dengan Tuhan. Apa yang perlu dirisaukan jika kemerdekaan yang mulia yang merupakan harta sejati ada dalam genggaman? Maka bersukacitalah jika Anda memiliki dan menghidupkan kebenaran Kristus!


Itu sebabnya pada pagi ini, mari kita ingatkan diri kita bahawa kita patut bersyukur kerna Tuhan Yesus sudah memerdekakan kita.


DOA

Ya Tuhan, terima kasih kerna  memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk tetap boleh mempertahankan kemerdekaan yang Tuhan karuniakan. Amin.


#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat

Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 25 Jun 2024 - Guru Yang Rendah Hati

Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 25 Jun 2024 - Guru Yang Rendah Hati



KERJA ADALAH PELAYANAN. Bagaimana kita melihat kerja itu satu pelayanan?

KERJA ADALAH PELAYANAN. Bagaimana kita melihat kerja itu satu pelayanan? 


AYAT INTI

1 Korintus 10:31

Karena itu, baik kamu makan atau minum, ataupun melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.


Bacaan hari ini : 1 Korintus 10:27-33. Ini merupakan nasihat Paulus untuk jemaat di Korintus supaya buang sikap sombong.


ILUSTRASI

Bill Wallace tiba di hospital Stout Memorial, China Selatan, saat sedang terjadi perang antara wilayah Kwangsi melawan pemerintah Chiang Kai-shek. Di saat banyak misionari meninggalkan kawasan itu, Wallace memilih tetap tinggal di sana. Dia melakukan operasi dan berkeliling bersaksi tentang Kristus. Pada saat perang antara Jepun dan China meledak, Wallace juga tetap tinggal di sana. Dia merawat yang terluka dan melakukan pembedahan di tengah-tengah ledakan bom dan desingan peluru. Saat temannya bertanya tentang keputusannya itu dia menjawab, “… saya yakin Tuhan menginginkanku menjadi misionari perubatan.” 


Kerna dituduh sebagai pengintip oleh Kerajaan Komunis, dia ditangkap, dipenjarakan dan disiksa secara kejam. Di penjara dia tetap berkhotbah dari lubang kecil selnya dan melekatkan ayat-ayat Injil di dinding biliknya. Dia meninggal dunia akibat siksaan berat yang dialaminya, mayatnya ditempatkan di peti kayu yang murah dan di atas nisannya tertulis, “Bagiku hidup adalah Kristus”. 


APLIKASI

Kerja adalah pelayanan. Entah, apa pun pekerjaan kita dari sekian banyaknya kerjaya, kita harus selalu melihatnya sebagai pelayanan kepada Tuhan. Kita harus menggunakan pekerjaan kita untuk melayani keperluan manusia, dan membantu mereka memenuhi tujuan-tujuan Tuhan dalam hidup mereka. Seperti ungkapan Bill Wallace, “Sekecil apa pun pekerjaan kita baik secara langsung atau tidak, harus mendukung terlaksananya tujuan Tuhan dengan umat manusia (meski ada risiko yang harus ditanggung)”.


Itu sebabnya pada pagi ini, mari kita ingatkan diri kita bahawa satu-satunya jalan untuk memperolehi kepuasan diri dalam pekerjaan adalah menemuka diri sendiri dalam pelayanan terhadap orang lain.


DOA

Ya Tuhan, terima kasih kerna  memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk menjadikan pekerjaan kami sebagai pelayanan. Amin.


#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat

Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 24 Jun 2024 - Hakim Seluruh Bumi

 Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 24 Jun 2024 - Hakim Seluruh Bumi





KENDALIKAN UCAPAN KITA Mengapa? Bagaimana?

 KENDALIKAN UCAPAN KITA. Mengapa? Bagaimana? 


AYAT INTI

1 Samuel 14:24

Ketika orang-orang Israel terdesak pada hari itu, Saul menyuruh rakyat mengucapkan kutuk, katanya: "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku." Sebab itu tidak ada seorang pun dari rakyat yang memakan sesuatu.


Bacaan hari ini : 1 Samuel 14:24-29. Ini merupakan peristiwa dimana Yonatan dibebaskan dari kutuk.


ILUSTRASI

Dalam keadaan terdesak, Raja Saul menyuruh rakyat Israel mengucapkan kutuk (ay. 24). Kata-kata kutukan itu diucapkan pada saat perang sedang berlangsung membuat rakyat berperang dalam keadaan letih, lesu, dan lapar. Yonatan yang tidak mendengar sumpah itu melanggar kutukan ayahnya dengan memakan madu di hutan. Nyawa Yonatan terancam. Perkataan kutuk yang telah diucapkan itu membuat Tuhan tidak mahu berbicara terhadap umat-Nya (ay. 41). Dan bila rakyat tidak membela Yonatan, fikir mereka mungkin Raja Saul telah membunuh anaknya sendiri (ay. 37-45). 


APLIKASI

Dalam kehidupan sehari-hari, kutukan kadang-kadang terucap bila kita tidak mampu mengendalikan kemarahan. Umumnya, perkataan kutukan yang kita ucapkan itu terlontar secara spontan, tidak difikirkan masak-masak, tidak rasional, cenderung emosional, dan selalu bertujuan negatif. Siapa sasaran perkataan negatif kita? Bukankah mereka adalah anak-anak atau orang-orang yang ada di sekitar kita?. 


Ingat!, tidak ada hal baik yang terhasil dari perkataan kita yang buruk. Kerna itu dalam situasi yang sukar sekalipun, belajarlah untuk mengendalikan hati dan perkataan kita. Dalam keadaan emosi yang tidak terkendali, kita acap kali mengucapkan perkataan yang negatif. Sumpah, atau kutukan, tidak hanya terdengar menyakitkan namun juga melemahkan semangat orang yang mendengarnya. Mari berdoa seperti Daud: “Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!” (Mzm. 141:3).


Itu sebabnya pada pagi ini, mari kita ingatkan diri kita bahawa hidup dan mati dikuasai lidah, siapa yang suka menggemakannya akan memakan buahnya. Amsal 18:21.


DOA

Ya Tuhan, terima kasih kerna  memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk mengendalikan kata-kata kami. Amin.


#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat

Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 22 Jun 2024 - Pemimpin Ilahi

 Renungan Pagi - Yesus Nama Di Atas Segala Nama - 22 Jun 2024 - Pemimpin Ilahi


BERLAKULAH ADIL DAN JUJUR


Mengapa? Bagaimana? 


AYAT INTI
Kolose 4:1
Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di surga.

Bacaan hari ini : Kolose 4:1-6. Ini merupakan salah satu bahagian terakhir nasihat Paulus kepada tuan yang ada di Kolose. Apa nasihatnya?. 

ILUSTRASI
Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Rasul Paulus mengingatkan setiap tuan yang mempunyai hamba agar berlaku adil dan jujur (ayat 1). Berlaku adil bererti memberikan para pekerja apa yang menjadi hak mereka. Tidak memberi beban kerja lebih dari apa yang sepatutnya dikerjakan. Jujur boleh diungkapkan dengan tidak mengeksploitasi atau memanfaatkan posisi para pekerja yang lebih lemah untuk kepentingan dan keuntungan peribadi atau organisasi.

APLIKASI
Kita harus ingat bahawa hikmat dan kasih perlu dinyatakan di semua tempat, termasuk dalam keluarga dan lingkungan kerja. Jangan sampai kita dikenali sebagai dermawan di gereja, tetapi memperlakukan pekerja yang bekerja dalam keluarga kita dengan kasar atau tidak memperhatikan kebajikan para pekerja kita. Ingatlah, kita juga adalah hamba yang suatu saat kelak harus memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan. Di mata Tuhan, kita dan para pekerja kita sama rata dan sama berharga bagi Tuhan.

Itu sebabnya pada pagi ini, mari kita ingatkan diri kita bahawa saling menghormati atara Tuhan dan hamba adalah satu bahagian dari ibadah kita kepada Tuhan.

DOA
Ya Tuhan, terima kasih kerna  memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk saling mempraktikan mengasihi dalam keadilan dan kejujuran kepada sesama. Amin.

#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat

CINTAI KEHIDUPAN. Mengapa? Bagaimana?

 CINTAI KEHIDUPAN. Mengapa? Bagaimana? 


AYAT INTI

Yohanes 5:24 (TB) 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.


Bacaan hari ini : Yohanes 5:19-47. Ini merupakan kesaksian Yesus tentang diri-Nya.


ILUSTRASI

Yesus adalah sumber kehidupan. Dia menawarkan kehidupan, bahkan hidup yang berkelimpahan (Yoh. 10:10), kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kehidupan yang ditawarkan oleh Yesus berdimensi kini dan masa yang akan datang. Masa kini berbicara tentang kehidupan selama seseorang masih berada di dalam dunia. Masa yang akan datang berkaitan dengan kehidupan setelah hidup masa kini ini berlalu. 


Setiap orang yang mencintai kehidupan pasti tidak akan melepaskan kesempatan untuk datang kepada Yesus Sumber Hidup. Kesempatan berharga ini akan memampukan dirinya mengatasi kesulitan dan tentangan yang singgah dalam hidupnya selama berada di dunia. Dia tidak akan membiarkan perasaan tidak berguna atau cinta akan dunia menggantikan kecintaan akan kehidupan kekal.


APLIKASI

Sebagai pembawa benih kehidupan, setiap orang percaya adalah pencinta kehidupan, kerna Yesus, yang adalah hidup, ada di dalam dirinya. Keberadaan Tuhan Sumber Hidup dalam hidupnya secara automatik menggerakkan daya hidup yang sanggup mengatasi ruang dan waktu.


Itu sebabnya pada pagi ini, mari kita ingatkan diri kita bahawa percaya kepada Yesus menjamin seseorang senantiasa mencintai kehidupan kekal.


DOA

Ya Tuhan, terima kasih kerna  memberikan kami kekuatan dan kemampuan untuk tetap percaya Engkau dalam apapun situasi. . Amin.


#TetapSetia #TetapSemangat #TetapPositif #TetapSihat



JADILAH PERIBADI YANG TULUS - Mengapa? Bagaimana?

 27 JAN 2022, KHAMIS


JADILAH PERIBADI YANG TULUS


Mengapa? Bagaimana?


AYAT INTI

Mazmur 7:9 (TB)

TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas.


Bacaan hari ini : Mazmur 7:9-12. Ini merupakan nyanyian ratapan Daud kepada Tuhan. Daud sedar, Tuhan adalah hakim yang adil. Bagaimana Tuhan itu adil?


Ilustrasi : Sebuah kisah benar. John menceritakan. Seorang bapa menjemput anaknya yang bermain di rumah John sepulang dari kelas tambahan. Bapa itu cuma memanggil anaknya, lalu membawanya pulang. Datang tidak menyapa dan pergi tidak mengucap terima kasih. Jujur, hati saya merasa kesal, John berkata. Padahal, kami menjaga anaknya dengan sangat baik, memberinya makan dan minum. Namun, setelah merenungkannya lebih dalam, saya sedar bahawa saya menolong dengan memiliki hati yang meminta balasan.


Kembali kepada bacaan kita hari ini. Daud menuliskan Mazmur ini sebagai ungkapan perasaannya ketika diperlakukan tidak adil dan diserang oleh pembencinya. Daripada memakai kemampuannya untuk melawan, dia memilih berseru dan memohon keadilan Tuhan. Meskipun tidak bersalah, Daud tidak bersikap seolah-olah segala perbuatannya benar dan tidak perlu dibetulkan. Sebaliknya, dia begitu terbuka untuk diselidiki oleh Hakim semesta alam, Tuhan Pencipta. Tuhan menyelidiki fikiran dan hati kita; tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya.


Aplikasinya... Apakah kita mempunyai kesedaran seperti Daud?. Kita sepatutnya memiliki kesedaran semacam itu. Segala sesuatu yang kita fikirkan dan lakukan bagaikan buku yang terbuka di hadapan Tuhan. Segala perasaan yang tersembunyi tidak akan terlepas dari pandangan-Nya. Bukan itu sahaja, peristiwa di atas sepatutnya mencelikkan kita, jika selama ini kita kurang terbuka untuk diselidiki oleh Tuhan. Kadang Tuhan memakai sikap buruk orang lain untuk menyedarkan kita, bahawa kita masih perlu belajar erti ketulusan. Jadi, bagaimana? Apakah kita bersedia diselidiki oleh Tuhan?. Mari bersedia.


Itu sebabnya pagi ini, panggilan untuk kita ialah, biarlah ketulusan kita lahir dari hati yang benar-benar, kerna apapun itu, Tuhan maha tahu segala yang tersembunyi.


DOA 

Ya Tuhan, terima kasih kerna memberi kami kemampuan dan kekuatan untuk memiliki hati yang tulus. Amin.


Renungan Petang- Yesus Bangkit

 Renungan Petang

26 Januari 2022


Yesus Bangkit


Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Markus 16:9


Rujuk : Markus 16:1-8


Perempuan pada masa Yesus hidup merupakan kaum yang dipinggirkan. Status dan kedudukan mereka tidak diambil berat dalam kehidupan masyarakat Timur. Akan tetapi, perempuan dalam perjalanan kehidupan Yesus di dunia memberi peranan yang sangat penting dan berharga.


Detik-detik terakhir Yesus berada di dunia, beberapa perempuan tetap disebut. Ketika Yesus disalib, beberapa perempuan tetap memerhatikan walaupun dari kejauhan (Mrk. 15:40). Ketika Yesus dikuburkan, Maria Magdalena dan Maria Ibu Yesus pergi melihat tempat di mana Yesus dimakamkan (Mrk. 15:47). Perempuan-perempuan itulah yang sejak pagi-pagi bergegas pergi ke kubur Yesus untuk mengurus jenazah-Nya (Mrk. 16:1-2). 


Walaupun mereka sedar bahawa mereka tidak mampu menggulingkan batu pintu kubur dan bingung siapa yang akan melakukannya, namun mereka tetap pergi juga (4-5). Kebingungan mereka tidak berlarutan, kerana batu pintu kubur telah digulingkan (5). Yang mengejutkan adalah kehadiran seorang muda di dalam kubur itu (5). Melalui orang muda itu, para perempuan yang kebingungan itu mula mengetahui apa yang telah terjadi: Yesus sudah bangkit! (6).


Melalui firman Tuhan kita, belajar bagaimana memberi respon kebangkitan Yesus. Pertama, jangan takut (6). Kematian dan kebangkitan Yesus bukan hal yang menakutkan. Kematian dan kebangkitannya seharusnya meneguhkan iman dan kepercayaan kita, sebagaimana yang Paulus katakan dalam 1Kor. 15:14. Dia telah bangkit dari kematian sehingga kepercayaan kita tidaklah sia-sia. 


Kedua, pergi beritakan (7). Kematian dan kebangkitan Kristus seharusnya bukan berita yang kita simpan untuk diri sendiri. Berita kesaksian itu haruslah dikhabarkan kepada semua orang sehingga ramai orang dapat mengenali dan percaya kepada-Nya. Para perempuan itu, walaupun dalam kegentaran, kedahsyatan, dan ketakutan dalam diri, mereka tetap menyampaikan semua pesanan itu kepada Petrus dan para murid lainnya (8).


Sudahkah kita memberitakan Juruselamat yang bangkit itu kepada orang lain di sekitar kita?

INGAT MAKANAN INGAT KEBAIKAN TUHAN

 INGAT MAKANAN INGAT KEBAIKAN TUHAN

Mengapa?

AYAT INTI
Kejadian 1:29 (TB)
... “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

Bacaan hari ini : Kejadian 1. Ini merupakan kisah penciptaan dunia ini oleh Tuhan termasuklah makanan.

Ilustrasi : National Resources Defense Counsel, badan pertahanan kebangsaan AS, pada ogos 2012 mengeluarkan laporan mengejutkan. Menurut kajian mereka, warga AS membuang 40% makanan mereka. Nilainya setara dengan 165 Juta dolar per tahun, atau lebih dari 10 kg per orang per bulan. 

Sedarkah kita bahawa makanan adalah salah satu pemberian pertama dari Allah yang tercatat dalam Alkitab? Kejadian 1 memaparkan, Allah menciptakan alam dengan firman-Nya. Puncaknya, Allah menciptakan manusia dan memberkati mereka. Barulah pada ayat 29, untuk pertama kali muncul kata “memberikan”. Pemberian ini tidak lain mengacu pada makanan untuk dimakan oleh manusia. Dan firman-Nya menegaskan, pemberian-Nya itu sesuatu yang baik bagi kesejahteraan ciptaan-Nya.

Aplikasinya... Bagaimana dengan kita? Ingatlah!, Pada saat kita  menjumpai hidangan makanan di meja makan, kita sebenarnya sedang menyambut pemberian yang baik dari Tuhan. Adakah kita sungguh-sungguh mengucap syukur atas makanan itu? Apakah kita memilih makanan secara bijak? Apakah kita makan dengan pola makan yang sihat, tidak berlebihan, dan tidak membuangnya secara semborono?. Mari bersyukur dan berterima kasih atas pemberian Tuhan.

Itu sebabnya pagi ini, panggilan untuk kita ialah, mari kita ingatkan diri kita bahawa pada saat kita menikmati makanan, kita juga menikmati kebaikan pemeliharaan Tuhan.

DOA 
Ya Tuhan, terima kasih kerna memberi kami kemampuan dan kekuatan untuk terus bersyukur dengan makanan yang kita terima dari Tuhan. Amin.

MERINDUKAN TUHAN Bagaimana? Mengapa?

 MERINDUKAN TUHAN
Bagaimana? Mengapa?

AYAT INTI
Mazmur 42:2 (TB)
Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

Bacaan hari ini: Mazmur 42:1-12. Sebuah pujian dan kerinduan penyani Lewi dari  Bani Korah agar Tuhan mendengarkan keluhan dia.

Ilustrasi: Sewaktu bersekolah di sekolah menengah, saya pulang ke rumah Ibubapa hanya sekali dalam 1 bulan. Walaupun ramai kawan di sekolah dan kerja sekolah yang banyak, ia  tidak menyurutkan kerinduan untuk berjumpa dengan keluarga. Satu bulan tidak bertemu terasa begitu lama. Seindah dan selengkap apapun kemudahan di luar sana, tempat terindah bagi saya tetap di tengah keluarga.

Apa kata firman Tuhan tetang kerinduan ini?. Pemazmur juga mengalami kerinduan yang kuat. Penyanyi Lewi dari bani Korah yang berada di pembuangan ini merasa terasing secara rohani. Dia merindukan Tuhan yang seakan-akan tidak menjawab seruannya. Dia merasa terasing secara fizikal kerna tidak lagi dapat memimpin umat dengan nyanyian syukur di rumah Tuhan. Dia terasing secara sosial karena musuh yang terus mengolok-olok, “Di mana Allahmu?”.

Pemazmur merasa tertekan dan gelisah. Dia mengenang masa lalunya yang penuh dengan sukacita semasa memimpin umat masuk ke rumah Tuhan, mengingat kasih setia Tuhan, dan juga ketekunannya dalam berdoa. Kenangan itu membuatnya ingat akan kesetiaan dan kenikmatan dari Tuhan. Untuk itu dia terus menyemangati diri untuk berharap kepada Tuhan dan memohon pertolongan-Nya.

Aplikasinya.... Bagaimana dengan kita? Adakah getaran rindu akan Tuhan kita rasakan? Apakah kebaikan dan kesetiaan Tuhan di masa lalu menjadikan kita senantiasa berharap kepada-Nya? Adakah kebaikan Tuhan menyemangati kita untuk semakin merindukan-Nya dan menyedari bahawa tanpa Dia kita tidak dapat bertahan hidup? Mari datang dekat kepada Tuhan lebih dari sekadar memohon kebebasan dari segala pergumulan!.

Itu sebabnya pagi ini, mari kita ingatkan diri kita, kerinduan kita kepada Tuhan itu menunjukkan iman kita kepada-Nya.

DOA 
Ya Tuhan, terima kasih kerna memberi kami kemampuan dan kekuatan untuk tetap setia merindui Engkau dalam apapun situasi kami. Amin.

Tuhan Siap Bertindak

 Tuhan Siap Bertindak

"Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.." Mazmur 37:5

Bilangan 10

Tiada allah lain yang ajaib seperti Allah Israel. Dia sentiasa siap bertindak menyelamatkan umat-Nya dan memberikan kemenangan dengan mengalahkan musuh-musuhnya. Dengan memberi ketetapan dan peraturan melalui Musa, sesungguhnya Allah ingin menunjukkan bahawa Dia sendiri yang memimpin perjalanan umat-Nya. Mereka tidak berjalan menurut keinginan dan kekuatan sendiri tetapi menurut kehendak-Nya dan di dalam kuasa-Nya. 

Umat harus memperhatikan dan mentaati ketetapan-Nya, maka Tuhan akan bertindak menyelamatkan umat-Nya. Nafiri adalah tanda semboyan yang harus ditiup, supaya mereka diingati di hadapan Tuhan. Maksudnya Tuhan akan bertindak bagi keselamatan mereka (ayat 9).

Musa tetap mengakui bahawa Tuhan sebagai Pemimpin Israel, tetapi dia juga meminta Hobab sebagai penunjuk jalan. Peranan Tuhan dan manusia berjalan seiring tanpa mengubah otoritas-Nya. Tabut perjanjian Tuhan sebagai lambang kehadiran dan penyertaan-Nya tetap berjalan di depan umat-Nya. 

Dalam kehidupan orang percaya, pimpinan Tuhan tetap memiliki otoritas utama. Bila ada nasihat ibubapa, saudara, rakan atau orang yang lebih berpengalaman, perlu ditinjau apakah bertentangan dengan kehendak Tuhan. Jika baik dan selaras dengan firman Tuhan, dapat disemak dan diikuti.

MELAYANILAH DENGAN HATI

 


MELAYANILAH DENGAN HATI

Kenapa dengan hati?

AYAT INTI
1 Tawarikh 11:18 (TB)
Lalu ketiga orang itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud.

Bacaan hari ini : 1 Tawarikh 11:10-25. Ini merupakan kisah pahlawan-pahlawan raja Daud.

Ilustrasi : Kejayaan seorang pemimpin bukan hanya bergantung pada peribadinya. Dia memerlukan sokongan atau bantuan dari orang lain, seperti anak buah, keluarga, atau malah orang di luar organisasinya. Begitu juga dalam kehidupan bergereja. Adakah hamba Tuhan yang berjaya dalam pelayanan tanpa sokongan orang lain?. Tidak ada.

Kembali kepada firman hari ini. Perenggan ini memperlihatkan ramai orang yang berperanan di balik kejayaan Raja Daud sebagai raja. Sebuah kisah yang mengharukan dicatat di sini. Tiga ketua pasukan askar Daud dengan berani menerobos perkemahan pasukan musuh untuk mengambil air minum untuk Raja Daud dari perigi di Betlehem. Betlehem, sebagai kota kelahiran Daud, pasti menimbulkan nostalgia baginya. Raja Daud merespon dengan menunjukkan kepedulian kepada anak buahnya. 

Dia memilih tidak meminum air pemberian itu, tetapi mempersembahkannya kepada Tuhan. Tanggapan itu mengungkapkan penghargaannya yang besar kepada ketiga anak buahnya tersebut. Tindakan yang mereka lakukan adalah atas dasar kasih, kerna mereka mengasihi Daud, kini digunakan Daud untuk menyatakan kasihnya kepada Tuhan. Baik Daud mahupun penyokongnya melayani dengan hati yang mengasihi Tuhan sehingga mereka juga mengasihi satu sama lain.

Aplikasinya....Bagaimana dengan kita?. Apa dasar kita melayani?. Kiranya pelayanan kita juga memiliki motivasi serupa. Kita melayani satu sama lain atas dasar kasih Tuhan yang sudah dinyatakan dalam hidup kita dan kita mengasihi Tuhan dengan sukacita. Kiranya orang yang menjadi bawahan kita memberi sokongan kepada pemimpinnya dengan sungguh-sungguh dan orang yang memimpin juga mengambil peduli anak buahnya dengan tulus.

Itu sebabnya, pagi ini marilah kita ingatkan diri kita bahawa, sokongan yang paling kuat adalah sokongan yang lahir dari hati yang mengasihi.

DOA 
Ya Tuhan, terima kasih kerna memberi kami kemampuan dan kekuatan untuk mendasarkan sokongan kami kepada orang lain atas dasar kasih. Amin